Sempat Tertunda, Tradisi Lomba Perahu Panjang Berau Sukses Digelar
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Meski sempat diwarnai kabar pembatalan, Lomba Perahu Panjang Tradisional Tahun 2025 di Kabupaten Berau akhirnya sukses digelar di Sungai Segah. Ribuan warga hadir untuk menyaksikan 20 tim pendayung dari berbagai kampung berlaga, menjadikan suasana Hari Jadi Berau tahun ini semakin meriah.
Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak
yang turut menyukseskan kegiatan ini. Ia mengakui, meskipun pelaksanaan sempat
tertunda karena adanya instruksi dari Kementerian Dalam Negeri, semangat masyarakat
Banua untuk menjaga warisan budaya tetap mengalir deras.
“Dalam perlombaan
pasti ada yang menang dan kalah, tapi dengan sportivitas kita harus menghormati
keputusan dewan juri. Lomba perahu bukan sekadar kompetisi, melainkan simbol
ketangguhan dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai yang menjadi sumber kehidupan warga Banua.
“Tradisi ini tidak bisa kita tinggalkan karena sudah diwariskan
oleh nenek moyang kita. Kehidupan orang Banua sangat dekat dengan sungai dan laut,
maka menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Berau, Amiruddin, mengungkapkan bahwa
kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Dispora Berau dan Persatuan
Perahu Naga Kabupaten Berau (Penabur).
“Kami sangat terbantu
dengan dukungan Penabur, terutama dalam urusan teknis di lapangan dan
pelaksanaan lomba di air,” kata Amiruddin.
Ia menambahkan,
pelaksanaan lomba mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Keolahragaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional.
Tujuan utama kegiatan ini, lanjut Amiruddin, adalah untuk membina olahraga tradisional, melestarikan budaya masyarakat Kalimantan Timur, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpendayung di Berau. Tahun ini, para pemenang memperoleh piala bergilir, uang pembinaan, dan total hadiah senilai Rp82,5 juta. Seluruh peserta juga mendapat perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan semangat
kebersamaan dan cinta tradisi, lomba perahu panjang di Sungai Segah menjadi
bukti bahwa warisan budaya masyarakat Banua tak akan pernah surut, meski
diterpa berbagai tantangan zaman. (sep/FN)